by

Rumah Tahfidz Al Qur’an Plawikan : Dauroh Tahsin untuk Anak

WartaKlaten – Masa liburan diisi dengan kegiatan Positif salah satunya ada di gubug Quran di Desa Plawikan Jogonalan bersama Ust. Kus. Acara Dauroh Tahsin sekaligus Dauroh Karantina Percepatan dalam Menghafal Al-Qur’an berlangsung selama liburan sekitar 10 Hari, yang di buka pada tanggal 17 Desember 2018 bersama Al Hafidz Ust. Mazna Ulya Humam. Saat ini peserta sekitar 30 Santri dari berbagai daerah salah satu santri ada yang dari trucuk, klaten. Kegiatan di Gubuk Quran (Daurah Tahsin) benar-benar mirip pesantren, segalanya teratur sesuai jadwal. Acara dimulai pukul 07.30 dimulai dengan doa pagi Al Maksurat dan selesai pukul 16.00 dengan doa Al Maksurat Sore, siang hari setelah bakda dhuhur ada ISHOMA. Waktu singkat tersebut benar-benar terfokus untuk menjadi abdi Allah.  Kegiatan-kegiatan positif inilah yang diharapkan bisa menjadi bekal para peserta DT di lingkungannya masing-masing.

Peserta digembleng menjadi pribadi yang mengamalkan “fastabiqul khoirat

Fastabiqul khoirot” berlomba-lomba dalam kebaikan, ungkapan ini sangat tepat untuk menggambarkan kehidupan di karantina. Semua peserta tidak peduli besar maupun kecil semangat dalam beribadah khususnya setoran hapalan. Mereka rela berlomba-lomba saling mengantri untuk menyetorkan hapalan meskipun memakan waktu lama.

Dari segi hapalan, dengan dibekali buku panduan khusus (buku mutaba’ah), para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok khusus. Dari akhwat sendiri dengan jumlah peserta ± 15 orang, adapun ikhwannya kurang lebih sama jumlahnya.

Peserta DTbdituntut mengasah otak, mencari sendiri tips menghapal cepat dan tepat sesuai kemampuan masing-masing. Perlu diketahui ada beberapa peserta yang sudah memiliki hapalan bahkan ada yang sudah 1-2 juz sehingga datang ke daurah sejatinya berniat muraja’ah (mengulang kembali) hapalannya.

Menjalin persahabatan/ukhuwah Islamiyah antar peserta DT

Dalam daurah ini, kita dipertemukan dengan wajah-wajah baru. Dari wilayah klaten jadi satu, besar kecil silaturahim disini, menjalin ukhuwah islamiyah. Adapun peserta terkecil di DT ini adalah gadis kecil berusia ± 5 tahun. Dengan berbagai anak dengan latar belakang yang berbeda demi satu tujuan tahfidz al-qur’an.

Comment

News Feed